
Bone-Aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Bone dan Sinjai kembali terganggu akibat antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi hampir setiap hari. Pantauan di Jalan Poros Sinjai – Watampone tepatnya di wilayah Buareng, Kecamatan Kajuara, menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga kurang lebih 1 kilometer sejak pagi hari.
Kondisi ini didominasi oleh antrean pengisian BBM jenis Pertalite dan Solar yang mengalami pembatasan distribusi. Warga dan pengendara mengaku harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar, bahkan tidak sedikit yang rela berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya.
“Dalam satu hari kami bisa keliling sampai tiga SPBU, tapi tetap saja sulit dapat BBM. Antrian panjang terus terjadi,” ungkap salah satu pengendara di lokasi.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di sejumlah SPBU di wilayah Bone dan Sinjai.
Dampaknya, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjadi terhambat, khususnya bagi para pengendara yang bergantung pada BBM bersubsidi.
Sementara itu, pihak manajemen SPBU setempat menegaskan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh kenaikan harga BBM.
Dalam keterangannya, pihak SPBU menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan resmi terkait kenaikan harga bahan bakar.
“Tidak ada kenaikan harga BBM dan tidak pernah ada pembahasan terkait hal tersebut. Yang terjadi saat ini murni karena adanya pembatasan pengiriman,” ujar salah satu perwakilan manajer SPBU.
Situasi ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, termasuk PT Pertamina (Persero), agar distribusi BBM dapat kembali normal dan tidak menimbulkan antrean panjang yang berkepanjangan.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi, bukan tidak mungkin akan berdampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, antrean panjang masih terus terjadi di sejumlah titik SPBU di Bone dan Sinjai.